Menteri ESDM : Harus Kejar Target NTT 90 Persen Penerangan & Air Bersih Di Tahun 2019

Kupang,SuryaKupang– Penerangan dan air bersih di Provinsi Nusa Tenggara Timur jauh tertinggal dibawah Provinsi Maluku dan Papua dan untuk mengejar ketertinggalan ini Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) Menargetkan 90 persen penerangan dan air bersih di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun 2019.

Hal ini disampaikan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, dalam sambutannya pada peresmian penerangan jalan umum tenaga surya ( PJUTS) dan lampu tenaga surya hemat energi ( LTSHE), sumur bor dan air bersih,bertempat di Sekolah Luar Biasa Negeri Kelapa Lima, Kota Kupang, Sabtu sore ( 23/03/2019)

Menurutnya, sesuai arahan Bapak Presiden bahwa anggaran APBN yang notabene uang rakyat harus sebesar – besarnya dipergunakan dan dikembalikan kepada masyarakat untuk kesejahteraan masyarakat kemudian juga pembangunan haruslah berkeadilan sosial.

” Kalau Bapak Ibu lihat tugas saya di Kementerian ESDM untuk 2 tahun terakhir anggaran APBN atau DIPA Kementerian ESDM sekitar 50 persen lebih kita kembalikan kepada masyarakat demi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan yang berkeadilan sosial dengan memperhatikan daerah yang tertinggal pembangunannya seperti di NTT”, ungkap Jonan

Dikatakan,kenapa saya datang ke Provinsi Nusa Tenggara Timur karena memang hati saya sudah ada di NTT Karena itu saya memilih daerah ini mungkin harus mendapatkan perhatian yang lebih baik terutama penerangan dan air bersihnya.

” Kalau kita lihat ratio elektrifikasi atau jumlah penerangan di NTT sampai hari ini paling rendah seluruh Indonesia yakni hanya 62 atau 63 persen saja dibanding daerah lainnya di bawah Provinsi Maluku dan Papua”, jelasnya.

Ia menambahkan, pada tahun 2018 lalu Provinsi NTT mendapat alokasi 1034 titik tapi pada tahun 2019 ini kita tambahkan menjadi 2 ribu titik supaya seluruh jalan – jalan umum di NTT lebih terang  dan yang kedua agar tagihan listriknya berkurang.

Karena itu untuk penerangan  jalan umum tahun ini akan kita maksimalkan 2 ribu titik, lampu hemat energi kita alokasikan 13 ribu tapi kalau kurang tidak ada batasnya, sedangkan untuk air bersih tahun ini kita akan alokasikan 650 buah sumur bor.

” Kita  harus mati – matian kejar target 90 persen karena air bersih dan penerangan itu sangat penting” tutup Ignasius.

Sedangkan dalam sambutannya, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur,Josef Nae soi, mengatakan, Provinsi Nusa Tenggara Timur sangatlah membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat dalam hal penerangan dan air bersih dari pemerintah pusat karena dibanding daerah lain lain, Provinsi NTT jauh tertinggal di bawah Maluku dan Papua.

” Mewakili Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur saya mengucapkan terimakasih dan selamat datang kepada Bapak Menteri yang sudah sudi datang untuk membantu menerangi kami yang gelap gulita ini”, ungkap Josef

Lanjutnya, Pada saat kami pulang untuk membangun Provinsi NTT, kami datang dengan mengikuti ajaran Kristiani. Kami sudah mengatakan bahwa pada saat Tuhan Yesus menegur murid – muridNya, jangan hanya menjala ikan tapi jalalah manusia, maka Viktor dan Josef datang untuk memberikan “JALA”itu.

Dikatakan,Jala itu “jalan listrik dan air” sedangkan air itu selain memberikan kepuasan dahaga juga diartikan sebagai ” aman, intim dan ramah.

Pantauan SuryaKupang.com nampak hadir dalam acara peresmian ini, Anggota Komisi VII DPR RI, Fery Kaseh, Deputi SKK Migas,Direktur Aneka Energi Baru Terbarukan, Staf Khusus Bidang Polhukam Menteri ESDM, Kepala Pusat Air Tanah Lingkungan Geologi Lingkungan,Direktur PLN Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Sekda NTT, Wakil Walikota Kupang, Pimpinan OPD lingkup Provinsi dan Kota Kupang, Masyarakat, insan pers dan tamu undangan lainnya.(Agus Kefi)

Baca yang Lain

Leave a Comment